/*

Selasa, Oktober 21, 2008

NAPAK TILAS IRM dan Sejarah Perjuangan IRM


Latar belakang berdirinya IPM tidak terlepas dari latar belakang berdirnya Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam Amal Ma’ruf Nahi Munkar dan sebagai kensekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader.
Di samping itu situasi dan kondisi politik di Indonesia pada era rahun 1956-an, dimana pada masa ini merupakan masa kejayaan PKI dan masa Orde lama. Muhammadiyah menghadapi tantangan yang sangat berat dari berbagai pihak. Sehingga karena itulah dirasakan perlu adanya dukungan terutama untuk menegakkan dan menjalankan misi Muhammadiyah. Oleh karena itu kehadiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai organisasi para pelajar yang terpanggil pada misi Muhammadiyah dan ingin tampil sebagai pelopor, pelangsung dam penyempurna perjuangan Muhammadiyah.
Upaya dan keinginan pelajar Muhammadiyah untuk mendirikan organisasi pelajar Muhammadiyah telah dirintis sejak tahun 1919. Akan tetapi selalu saja mendapat halangan dan rintangan dari berbagai pihak, termasuk oleh Muhammadiyah sendiri. Aktivitas pelajar Muhammadiyah untuk membentuk kader organisasi Muhammadiyah di kalangan pelajar akhirnya mendapat titik –titik terang dan mulai menunjukkan keberhasilannya, yaitu ketika pada tahun 1958, Konferensi Pemuda Muhammdiyah di garut menempatkan organisasi pelajar Muhammmadiyah di bawah pengawasan Pemuda Muhammadiyah.
Keputusan Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Garut tersebut diperkuat pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah II yang berlangsung pada tanggal 24-28 Juli 1960 di Yogyakarta yakni dengan memutuskan untuk membentuk IPM (Keputusan II/ no.4).
Keputusan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
Muktamar meminta kepada PP Muhammdiyah Majelis Pendidikan bagian Pendidikan dan pengajaran supaya memberi kesempatan dan mengerahkan Kompetensi Pembentukan IPM kepada Pemuda Muhammadiyah.
Muktamar mengamanahkan kepada PP Pemuda Muhammadiyah untuk menyusun konsepsi Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan untuk segera dilaksanakan setelah mencapai persesuaian pendapat dengan PP Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pegajaran.
Setelah ada kesepakatan antara PP Pemuda Muhammadiyah dan PP Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pengajaran pada tangggal 15 Juni 1961 ditandatanganilah peraturan bersama tentang organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Rencana pendirian IPM tersebut dimatangkan lagi di dalam Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Surakarta tanggal 18-20 Juli 1961 dan secara nasional melalui forum tersebut IPM dapat berdiri dengan Ketua Umum Herman Helmi farid Ma’ruf, Sekretaris Umum Muhammmad Wirsyam Hasan.
Ditetapkan pula pada tangggal 5 Shafar 1381 bertepatan tanggal 18 Juli 1961 M sebagai hari kelahiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Irm Dari Masa Ke Masa
A. Tahun 1961-1966
Pada tahun ini PP IPM masih dalam pengawasan PP Pemuda Muhammadiyah, dan bersama-sama PP Pemuda Muhammadiyah berusaha mendirikan IPM di seluruh Indonesia. Pendirian IPM di seluruh Indonesian ini didukung oleh instruksi PP Pemuda Muhammadiyah no.4 tahun 1962 tahun 1962 tertangggal 4 Februari 1962 yang berisi Instruksi kepada Pemuda Muhammadiyah daerah se-Indonesia agar membentuk IPM di daerahnya masing-masing.

B. Tahun 1966-1969
Musyawarah Nasional Ikatan Pelajar Muhammadiyah I dilaksanakan pada tanggal 18-24 November 1966 di Jakarta dengan menghasilkan keputusan antara lain :
Membentuk PP IPM caretaker yakni pimpinan terdahulu yang bertugas melaksanakan tugas kepemimpinan IPM tingkat pusat sampai terbentuknya PP IPM yang baru.
Menunuk tim formatur yang terdiri dari Anwar Bey, M. Dfahmi Ms, M. Wirsyam dan unsur PP Muhammadiyah. Akan tetapi sebelas bulan kemudian baru terbentuk PP IPM dengan Ketua Umum Moh. Wirsyam Hasan, Sekretaris Umum Imam Ahmadi.
Menetapkan Muqadimah Anggaran Dasar IPM dan Anggaran Dasar.
Merumuskan Khitah Perjuangan IPM
Pada masa ini aktivis IPM pada umumnya ikut terlibat dalam mengantisipasi perkembangan politik Indonesia. Banyak Aktivis IPM turut terlibat dalam mengantisipasi perkembangan Politik Indonesia. Banyak aktivis IPM yang tergabung dalam KAPPI (Kesatuan Aksi Pelajar Pemuda Indonesia). Satu instruksi yang dikeluarkan PP IPM berkaitan dengan KAPPI ditunjukkan kepada daerah-daerah agar terlibat secara aktif di dalam KAPPI. Di samping itu di dalam Muktamar IPM ke-2 di Palembang dikeluarkan memorandum yang menyatakan bahwa IPM dari tingkat pusat sampai daerah akan tetap merupakan komponen aktif KAPPI masih tetap dapat menjaga kemurnian perjuangannya.
Tidak kalah pentingnya ditetapkan Sistem Pengkaderan IPM hasil seminar kader tangggal 20-23 Agustus 1969 di Palembang. Sejak inilah ulai dikenal istilah Taruna Melati, MABITA (Masa Bimbingan Anggota – yang kemudian berubah menjadi MABICA), Coaching Instruktur.
Pada periode ini eksistensi IPM digoyang dalam Tanwir Muhammadiyah tanggal 19-21 September 1968. Akan tetapi berkat argumentasi PP IPM dan dukungan AMM lain, akhirnya eksistensi IPM tetap dapat dipertahankan


C. Tahun 1969-1972
Munas/Muktamar II Palembang dilaksanakan pada tanggal 27-30 Agustus 1969 menyepakati adanya penyempurnaaan Khittah Perjuangan dengan dilengkapi Tafsir Khittah, Identitas, Tafsir Identitas, dan Tafsir Asas dan Tujuan IPM.
Pada periode yang dipimpin oleh Muhsin Sulaiman sebagai Ketua Umum, dan Ahmad Masuku sebagai Sekkretaris Umum berhasil ditetapkan lagu Mars IPM dan Himne IPM sebagai lagu resmi IPM.


D. Tahun 1972-1975
MUktamar III IPM di Surabaya melakukan penyempurnaan terhadap tafsir Khittah Perjuangan IPM, tafsir identitas IPM dan menghasilkan tafsir asas dan tujuan IPM serta teori perjuangan IPM. Juga menunjuk Abdul Shomad Karim dan Faisal sebagai Ketum dan Sekum.
Pada Konpiwil 1973 ditetapkan sebagai pedoman pengkaderan IPM pengganti pedoman terdahulu yang ditetapkan pada Muktamar II di Palembang.
Dalam periode ini aktivitas IPM banyak kemunduran, orientasi program nasionalnya yaitu: “Memantapkan IPM sebagai organisasi dakwah dan partisiasi dalam pembangunan nasional”.


E. Tahun 1975-1978
Mukatmar IPM IV yang dilaksanakan di Ujung Pandang tangggal 23-26 Agustus 1975 mengambil tema “ Membina dan Meningkatkan Peranan IPM sebagai Gerakan Dakwah di Kalangan Pelajar” dan menghasilkan program kerja nasional IPM dengan orientasi; meningkatkan partisipasi IPM dalam pembangunan nasional, dengan usaha antara lain: Aktif dalam usaha menanggulangi drop out, menggalakkan kepramukaan, meningkatkan studi pelajar, dan menanggulangi kenakalan remaja dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.
Pada tanggal 24-26 Desember 1976 hasil Konpiwil 1973 dikaji ulang dan direvisi dalam seminar kader IPM di Tomang Jakarta.
Sebagai Ketum adalah Gafarudddin dan Sekum Faisal Noor.


F. Tahun 1979 – 1983
Muktamar IPM V dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 17 – 11 Juli 1979 dengan mengambil tema: “Generasi muda agamis dan pelajar modal pembangunan bangsa”. Berhasil terpilih Asnawi Syar ini sebagai Ketum dan maulana Yusuf Widodo sebagai Sekum.
Dalam Mukatamar IPM V ditetapkan antara lain:
IPM tetap berfungsi sebagai organisasi ekstra dan intra sekolah.
IPM sebagai organisasi pembina dan pengembangan pelajar yang agamis dan terpelajar sebagai modal pembangunan bangsa.
Meningkatkan partisipasi IPM dalam pembangunan nasional:
Mendukung program-program pemerintah dalam pembinaan dan pembangunan generasi muda.
Meminta pada pemerintah untuk memperketat pengawasan dan pengedaran film serta mass media lain yang memuat gambar tidak senonoh demi menjauhkan generasi muda dari bahaya moral.
Orientasi programn IPM adalah studi, kepemimpinan dan dakwah.


G. Tahun 1983 – 1986
Muktamar IPM VI sedianya akan diselenggarakan di Purwakarta Jawa Tengah urung dilaksanakan karena tidak mendapat ijin pemerintah. Mulai saat itulah masalah nama Ikatan Pelajar Muhammadiyah menjadi permasalahan di tingkat pusat. Akhirnya Muktamar IPM VI diselenggarakan secara terbatas di Yogyakarta tanggal 30 sepetember – 2 Oktober 1983. Adapun sasaran program yang hendak dicapai adalah:
Terbinanya anggota IPM yang berdedikasi terhadap IPM.
Terbinanya IPM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang memiliki mutu dan efektivitas dalam menyelenggarakan kepemimpinannya untuk mencapai tujuan.
Terbinanya peran serta aktif IPM sebagai ortom dalam fungsinya sebagai pelopor, pelangsung, peyempurna amal usaha Muhammmadiyah serta berintegrasi dalam Angkatan Muda Muhammadiyah lainnya.
Di bawah kepemimpinan Masyhari Makhasi dan Ismail Ts Siregar focus utama kegiatan dalam pembina ke dalam dengan melakukan konsolidasi organisasi sampai tingkat bawah. Pada periode ini SPI kembali diperbaharui melalui forum seminar dan Lokalarya Pengkaderan tahun 1985 di Ujung Pandang, dilakukan pula pengembangan materi pengkaderan yang ada.


H. Tahun 1986 – 1989
Muktamar IPM VII dapat terselenggara tanggal 26 – 30 April 1986 di Cirebon dengan tema: “Memantapkan gerakan IPM dalam membangun akhlak mulia dan memupuk kreatifitas pelajar”. Periode ini memiliki tujuan umum program nasional yaitu terciptanya tradisi keilmuan dan kreatifitas di kalangan anggota yang dijiwai oleh akhlak mulia sehingga menjadi teladan di lingkungannya.
Tidak kurang beberap konsep dihasilkan pada periode ini seperti Sistem Dakwah Pelajar yang berisi komponen Mabica, Maperta, Pekan Dakwah, Latihan Da’i. Di samping disusun pula Sistem Administrasi IPM.
Pada periode kepemimpinan Khoiruddin Bashory dan Azwir Alimuddin ini masalah nama IPM masih menjadi agenda penting dan belum menunjukkan hasil sehingga berakibat gagalnya rencana penyelenggaraan Muktamar VIII di Medan yang diganti menjadi Muktamar Terbatas (silaturahmi pimpinan) di Yogyakarta.

Tahun 1990 – 1993
Di bawah kepemimpinan M. Jamaluddin Ahmad dan Zainul Arifin AU, menghasilkan Konsep Pengembangan Sumber Daya Manusia, Latihan Penelitian, Pembentukan KIR, Pengelolaan Studi Islami.
Muktamar terbatas yang mengambil tema; “ Mengembangkan gerak IPM dalam membina akhlak dan kreatifitas pelajar menuju masyarakat utama” memberikan arahan program dengan target:
Meningkatkan kualitas hidup anggota IPM dan pelajar pada umumnya dengan usaha peningkatan penghayatan hidup yang tertib ibadah, tertib belajar dan tertib berorganisasi.
Meletakkan kerangka mekanisme kepemimpinan dan keorganisasian yang semakin mantap untuk melakukan pembinaan tahap berikutnya.


Perubahan IPM ke IRM
Dalam Konpiwil IPM 1992 Yogyakarta, Menpora Akbar Tanjung secara implisit menyampaikan kebijakan pemerintah pada IPM untuk melakukan penyesuaian tubuh organisasi.
Usai Konpiwil PP IPM diminta Depdagri mengisi formulir direktori organisasi dengan disertai catatan agar pada waktu pengambilan formulir tersebut nama IPM telah berubah.
Karenanya PP IPM yang sebelumnya telah mengangkat tim eksistensi yang bertugas menyelesaikan masalah ini melakukan pembicaraan intensif. Akhirnya diputuskan perubahan nama Ikatan Pelajar Muhammadiyah menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah.
Dengan pertimbangan:
Keberadaan remaja sebagai kader persyarikatan, umat dan bangsa selama ini belum mendapat perhatian sepenuhnya dari persyarikatan Muhamadiyah.
Perlunya pengembangan jangkauaan IPM
Adanya kebijakan pemerintah RI tentang tidak diperbolehkannya penggunaan kata “Pelajar” untuik organisasi berskala nasional.
Keputusan pergantian nama oleh PP IPM ini tertuang dalam SK PP IPM Nomor VI/ PP.IPM/ 1992, yang selanjutnya perubahan tersebut disajikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah tanggal 22 Jumadil Awal 1413 H/18 November 1992 M melalui SK No. 53/SK-PP/IV.B/1.b/1992 tentang pergantian nama (Ikatan Pelajar Muhammadiyah menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah).
Dengan demikian secara resmi perubahan IPM menjadi IRM adalah sejak tanggal 18 November 1992.


J. Tahun 1993 – 1995
Setelah perubahan nama, maka Muktamar IRM pertama tanggal 3-7 Agustus 1993. Dengan pertimbangan nilai historis Muktamar itu disebut dengan Muktamar IRM IX yang bertemakan “Aktualisasi Gerak IRM dalam peningkatan kualitas remaja muslim menghadapi PJPT II”.
Muktamar yang berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 700 orang utusan dari seluruh tanah air behasil menetapkan Anggaran Dasar, Khittah Perjuangan, Kepribadian IRM, Garis-Garis Besar Kebijakan IRM, Pimpinan Pusat periode 1993-1995 (Ketua Athailah A. Latief dan Sekretaris Arief Budiman) dan beberapa rekomendasi.
Termasuk dalam keputusan Muktamar adalah menetapkan sasaran utama program jangka panjang yaitu upaya menciptakan tradisi keilmuan yang berwawasan iptek dan tradisi berkarya krteatif yang dijiwai akhlak mulia dalam rangka membentuk sumber daya remaja yang potensial sehingga mampu menjadi modal utama bagi terbentuknya komunitas remaja yang islami dan menjadi pelopor di lingkungannya. Sasaran tersebut dilaksanakan secara bertahap, berencana dan berkesinambungan selama empat periode Muktamar.
Pada periode Muktamar IX (1993-1995) aktifitas IRM diarahkan kepada upaya penataan mekanisme gerakan yang kondusif bagi terciptanya tradisi keilmuan yang berwawasan iptek dan berkarya kreatif yang dijiwai akhlak mulia.
Pada Konpiwil IRM tahun 1994 di Kendal ditetapkan Anggaran Rumah Tangga dan setelah itu dilakukan penataan pimpinan dengan pergantian sekretaris yaitu M. Irfan Islami dan perubahan susunan personalia lainnya. Pada periode ini telah berhasil pula ditetapkan Anggaran Rumah Tangga, penyempurnaan Sistem Pengkaderan IRM, Pedoman Administrasi, Lagu Mars IRM dan peraturan-peraturan penting lainnya.


K. Tahun 1996 –1998
Muktamar X di Surakarta pada tanggal 11 – 15 maret 1996 dengan agenda pendukung acara yang sangat menarik adalah BASIRA (Bakti Silaturrahmi Remaja) yang terdiri dari Perkampungan Kerja dan Pelatihan Kepemimpinan Pelajar Muhammadiyah Se Indonesia. Muktamar ini memilih Izzul Muslimin sebagai Ketua dan sekretaris Iwan Setiawan Ar Rozie. Periode Muktamar X diarahkan pada upaya pemantapan mekanisme gerakan yang kondusif bagi terciptanya tradisi keilmuan yang berwawasan iptek dan tradisi berkarya kreatif yang dijiwai akhl;ak mulia. Pada periode ini terumuskan garis-garis besar kebijakan IRM (GBK IRM) yang mencakup tentang pola dasar kebijakan dan pola dasar kebijakan IRM jangka panjang. Periode 1996 – 1998 ini mulai dirintis adanya lembaga khusus PP IRM seperti LAPSI, Bina Mentari, Alifah, Bengkel Seni Ufuk dan Lembaga dakwah. Dalam jumlah personel pengurus boleh paling sedikit yang hanya berkisar 15 orang PP IRM, nanti pada Konpiwil Palembang 1997 terjadi penambahan pengurus dengan memasukkan anggota pimpinan.


L. Tahun 1998 – 2000
Muktamar XI di Makassar pada tanggal 21 –24 Mei 1998 Di makassar mengambil tema; “ Mentradisikan Ilmu, Mengembangkan Karya, Menuju Prestasi” dengan Ketua Taufiqurrahman dan Sekretaris Raja Juli Ahntoni. Yang diarahkan pada upaya pengembangan program yang mendukung terciptanya tradisi keilmuan yang berwawasan iptek dan tradisi berkya kreatif yang dijiwai akhlak mulia. Muktamar XI ini sangatlah bersejarah dalam benak seluruh kader IRM dimana pada tanggal 21 Mei 1998 bersamaan dengan pembukaan Muktamar juga terjadi proses pergantian kepemimpinan nasional dengan pengunduran diri Presiden Soeharto. Selain itu IRM kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar tidak berpolitik praktis dalam Deklarasi Makassar, juga terjadi perubahan AD dan ART IRM, terumuskannya agenda aksi seperti sekolah kader, gerakan pendampingan agama Islam, gerakan advokasi remaja selain itu perintisan kerjasama dengan pihak Founding menjadi kerja-kerja periode ini seperti terlibatnya IRM dalam JPPR dalam program Pemilu 1999.


M. Tahun 2000 – 2002
Tanggal 8 – 11 Juli 2000 di Jakarta adalah Muktamar IRM ke 12 yang merupakan Muktamar gabungan dengan Muhammmadiyah, Aisyiah, Nasyiatul Aisyiah dan IRM, Muktamar yang dihadiri seluruh utusan pimpinan wilayah IRM ini membahas dan menetapkan penetapan kembali nama IRM setelah melauli perdebatan yang panjang setelah adanya usulan pengembalian nama IPM. Dalam Muktamar ke – 12 ini ditetapkan antara lain:
Dasar-Dasar Grrakan IRM atau Paradigma Gerakan IRM
Kepribadian IRM
Kepribadian Kader IRM
Perubahan Struktur Bidang IRM
Pada Muktamar ini bidang Irmawati ditiadakan, Bidang Organisasi dan Hikmah dan Advokasi merupakan bidang tambahan dari struktur IRM. Tema yang diangkat adalah “Meneguhkan jati Diri, Merapatkan barisan Menuju Indonesia Baru” ini menetapkan Raja Juli Antoni sebagai Ketua Umum dalam pemilihan langsung yang merupakan model pemilihan baru di IRM dan Arif Jamali Muis sebagai Sekretris Jendral. Pada Mukrtamar ini pula penyusunan kebijakan IRM jangka panjang tahap kedua ditetapkan selama empat kali pelaksanaan Muktamar dimulai dari periode muktamar XII sampai Muktamar XV dimana masing-masng tahapan memiliki sasaran khusus dalam kerangka sasaran jangka panjang yaitu:
Muktamar XII : diarahkan pada penataan dan pemantapan gerak organisasi dengan mengusahakan kemandirian/otonomisasi dan pengembangan program-program advokasi kepelajaran/ keremajaan yang muatan-muatannya antara lain adalah memupuk kepekaan sosial politik, etos intelektual dan nilai-nilai moral kepada remaja/ pelajar.
Muktamar XIII : diarahkan kepada pengembangan gerakan untuk mencapai daya tawar (bargaining position) IRM yang kuat dengan mengusahakan sikap kritisme organisasi pengembangan program-program pemberdayaan yang memuat antara lain penyadaraan politik, amaliah transformatif dan penguasaan IPTEK.
Muktamar XIV : diarahkan kepada penegmbangan gerakan untuk mewujudkan gerakan IRM sebagai kekuatan transformatif di masyarakat dengan mengusahakan penguasaan program-program alternatif pemberdayaan.
Muktamar XV : diarahkan kepada pengembangan gerakan meunju internasionalisasi gerakan dengan mengupayakan bentuk pemberdayaan yang dapat menguatkan daya saing yang antara lain bermuatan penguasan IPTEK dan keterampilan professional.
Dimana Muktamar XII diarahkan pada penataan dan pemantapan gerak organisasi dengan mengusahakan kemandirian/otonomisasi dan pengembangan program-program advokasi kepelajaran/keremajaan yang muatan-muatannya antara lain adalah memupuk kepekaan sosial politik, etos intelektual dan nilai-nialai moral kepada remaja/pelajar. Dimana pada periode ini semakin terlihat kerjasama dengan pihak Founding dengan beberapa agenda program di antaranya SRATK (Studi Refleksi Aktif tanpa Kekerasan). Penerbitan Buletin Retas dan Pelatihan Sadar Gender.
Selain itu adanya program pendampingan anak korban konflik Maluku dengan pembentukan relawan pada TOT paralegal, Peluncuran Album ke-2 lagu-lagu IRM. Dan tak kalah pentingnya adanya rekonstruksi Sistem Perkaderan pada acara Seminar dan Lokakarya Nasional Sistem Perkaderan IRM tanggal 20 –24 April 2002 di Kota makassar.


N. Tahun 2002 –2004
“Membangun Kesadaran Kritis Remaja Sebagai Subjek Perubahan” adalah tema yang diangkat pada Muktamar ke-13 Di Yogyakarta pada tanggal 10 – 13 Oktober 2002, dimana disahkannya Khittah Perjuangan IRM atas penyesuaian dari dasar-dasar perjuangan IRM hasil Muktamar ke-12 serta revisi AD dan ART IRM. Pada Muktamar ini pula penyusunan kebijakan IRM jangka panjang tahap kedua mengalami perubahan sasaran umum dari sebelumnya, yaitu:
Muktamar XII : diarahkan pada penataan dan pemantapan gerak organisasi dengan mengusahakan kemandirian atau otonomisasi dan pengembangan program-program advokasi kepelajaram/ keremajan yang muatan-muatanya antara lain adalah memupuk kepekaaan sosial politik, etos intelektual dan nilai-nilai moral kepada remaja/pelajar.
Muktamar XIII : Diarahkan kepada mentradisikan kesadaran kritis di kalangan pelajar dan remaja melalui pengembangan nilai-nilai advokasi, kaderisasi dan penguatan infrastruktur.
Muktamar XIV : diarahkan kepada pengembangan gerakan untuk mewujudkan gerakan IRM sebagai kekuatan transformatif di masyarakat dengan mengusahakan pengayaan program-program alternatif pemberdayaan.
Muktamar XV : diarahkan kepada pengembangan gerakan untuk menuju internasionalisasi gerakan dengan mengupayakan bentuk pemberdayaan yang dapat menguatkan daya saing yang antara lain bermuatan penguasaan IPTEK dan keterampilan professional.
Dalam pemilihan langsung Muktamar XIII ini menetapkan Munawwar Khalil selaku Ketua Umum dan Husnan Nurjuman selaku Sekretaris Jendral.
Diantara berbagai pekerjaan besar yang menjadi amanat Muktamar XIII dalam periode ini antara lain :
Sosialisasi hasil lokakarya sistem perkaderan IRM yang diorientasikan pada pembentukan kader Ikatan yang memiliki kesadaran kritis dan berbagai kegiatan pengkaderan yang juga diorientasikan kepada pembentukan kader kritis.
Gerakan advokasi pada periode ini telah sampai pada fase pendampingan dan pembentukan komunitas advokasi. Hal ini diawali dengan perencanaan Gerakan Parlemen Remaja.
Gerakan infrastruktur juga tetap menjadi prioritas. Hal ini diimplementasikan dengan berbagai perumusan dan penyesuaian berbagai mekanisme organisasi mensikapi berbagai perubahan dan perkembangan baik internal organisasi dengan perubahan struktur dan system pembinaan jaringan, maupun hal eksternal seperti otonomi daerah. Hal tersebut disikapi dengan Pedoman Pembentukan Peleburan dan Pemekaran Organisasi (P4O) IRM dan Penyesuaian Pedoman Administrasi IRM.


FASE PERJALANAN IRM
Sejarah perkembangan IRM, sejak dari kelahiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) hingga kemudian terjadinya perubahan nama menjadi Ikatan Remaja Muhammmadiyah (IRM) pada tahun 1992 telah melampaui proses yang panjang seiring dengan dinamika yang berkembang di masyarakat baik dalam skala nasional maupun global. Hingga saat ini IRM telah melampaui tiga fase perkembangan:
Fase Pembentukan (mulai tahun 1961 s/d 1976)
Kelahiran IPM bersamaan dengan masa dimana pertentangan ideologis menjadi gejala yang menonjol dalam kehidupan sosial dan politik di Indonesia dan dunia pada waktu itu. Keadaan yang demikian menyebabkan terjadinya polarisasi kekuatan tidak hanya persaingan kekuasaan di dalam lembaga pemerintahan, bahkan juga dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam situasi seperti ini IPM lahir dan berproses membentuk dirinya. Maka sudah menjadi kewajaran bila pada saat keberaadaannya IPM banyak berfokus pada upaya untuk mengkonsolidasi dan menggalang Kesatuan Pelajar Muhammadiyah yang tersebar di Seluruh Indonesia ke dalam wadah IPM.
Upaya untuk menemukan karakter dan jati diri IPM sebagai gerakan kader dan dakwah banyak menjadi perhatian pada waktu itu. Upaya ini mulai dapat terwujud setelah IPM dapat merumuskan Khittah perjuangan IPM, Identitas IPM, dan Pedoman Pengkaderan IPM (hasil Musyawarah Nasional/ Muktamar IPM ke-2 di Palembang tahun 1969). Fase pembentukan IPM diakhiri pada tahun 1976, yaitu dengan keberhasilan IPM merumuskan system perkaderan IPM (SPI) hasil seminar Tomang tahun 1976 di Jakarta. Dengan SPI yang telah dirumuskan tersebut, maka semakin terwujudlah bentuk struktur keorganisasian IPM secara lebih nyata sebagai organisasi kader dan dakwah yang otonom dari persyarikatan Muhammadiyah.


Fase Penataan (mulai tahun 1976 s/d tahun 1992)
IPM memasuki fase penataan ketika bangsa Indonesia tengah bersemangat mencanangkan pembangunan ekonomi sebagai panglima, dan memandang bahwa gegap gempita persaingan ideologi dan politik harus segera di akhiri jika bangsa Indonesia ingin memajukan dirinya. Situasi pada saat itu menghendaki adanya monoloyalitas tunggal dalam berbangsa dan bernegara dengan mengedepankan stabilitas nasional sebagai syarat pembangunan yang tidak bisa ditawar lagi. Dalam keadaan seperti ini menjadikan organisasi-organisasi yang berdiri sejak masa sebelum orde baru harus dapat menyesuaikan diri. Salah satu kebijakan pemerintah yang kemudian berimbas bagi IPM adalah tentang ketentuan OSIS sebagai satu-satunya organisasi pelajar yang eksis di sekolah. Keadaan ini menyebabkan IPM mengalami kendala dalam upaya mengembangkan keberadaannya secara lebih leluasa dan terbuka.
Di samping itu, masyarakat pun mengalami perubahan kecenderungan sebagai akibat dari kebijakan massa mengambang yang menghendaki dilepaskannya masyarakat dari situasi persaingan dan polarisasi ideologi dan politik. Dalam situasi seperti ini akhirnya terjadi sikap apatis pada sebagian masyarakat terhadap organisasi warna ideologi yang kental. Muhammadiyah meskipun tidak terlibat dalam aktifitas politik praktis tetap mengalami dampak sikap apatis tersebut. Akibatnya aktifitas yang dilakukan memang lebih bersifat pembinaan internal dan kegiatan dakwah sosial yang tidak terlalu kentara membawa misi ideologis.
Dalam keadaan demikian IPM lebih memfokuskan aktifitasnya pada pembinaan kader dengan menekankan kegiatan kaderisasi untuk mencetak kader IPM yang berkualitas. IPM menyadari bahwa pola pembinaan kader tidak hanya cukup dengan melaksanakan aktifitas perkaderan dalam bentuk training-training semata. Permasalahan muncul ketika masyarakat pelajar sedang mengalami kegairahan religiutas. Banyak anggota dan kader-kader IPM yang telah dibina kemudian berbalik arah meninggalkan organisasinya menuju kelompok kajian keislaman yang lebih menarik perhatian dan mampu memenuhi keinginannya. Maka dalam masa ini IPM mulai menata diri dengan memberikan perhatian kepada aktifitas-aktifitas bidang pengkajian dan pengembangan dakwah, bidang Ipmawati serta bidang pengkajian lmu pengetahuan dan pengembangan keterampilan dengan porsi perhatian yang sama besar dengan bidang perkaderan.
Agenda permasalahan IPM yang membutuhkan perhatian khusus untuk segera dipecahkan pada waktu itu adalah tentang keberadaan IPM secara nasional yang dipermasalahkan oleh pemerintah karena OSIS-lah satu-satunya organisasi pelajar yang diakui eksistensinya di sekolah. Konsekuensinya semua organisasi yang menggunakan kata pelajar harus diganti dengan nama lain. Pada awalnya IPM dan beberapa organisasi pelajar sejenis berusaha tetap konsisten dengan nama pelajar dengan berharap ada peninjauan kembali kebijaksanaan pemerintah tersebut pada masa mendatang. Namun konsistensi itu ternyata membawa dampak kerugian yang tidak sedikit bagi IPM karena kemudian kegiatan IPM secara nasional seringkali mengalami hambatan dan kesulitan penyelenggaraannya. Di samping itu beberapa organisasi pelajar yang lain yang senasib dengan IPM satu persatu mulai menyesuaikan diri, sehingga IPM merasa sendirian memperjuangkan konsistensinya.
Pada sisi lain IPM merasa perlu untuk segera memperbaharui visi dan orientasi serta mengembangkan gerak organisasinya secara lebih luas dari ruang lingkup kepelajaran memasuki ke dunia keremajaan sebagai tuntutan perubahan dan perkembangan zaman. Maka pada tanggal 18 November 1992 berdasarkan SK PP Muhammadiyah No. 53/SK-PP/IV.B/1.b/1992 Ikatan Pelajar Muhammadiyah secara resmi berubah nama menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah.


Fase Pengembangan ( mulai tahun 1992 sampai dengan 2002 ).
Perubahan nama IPM menjadi IRM beriringan dengan suasana pada saat nama bangsa indonesia tengah menyelesaikan PJPT I, dan akan memasuki PJPT II. Banyak kemajuan yang telah diperoleh Bangsa Indonesia sebagai hasil PJPT I, diantaranya adalah pertumbuhan ekonomi yang semakin baik dan pesat, stabilitas nasional yang semakin mantap, dan tingkat pendidikan, kesehatan dan sosial ekonomi masyarakat yang semakin baik. Namun demikian ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan bangsa Indonesia pada PJPT II, antara lain, masalah pemerataan pembangunan dan kesenjangan ekonomi, demokratisasi, ketertingggalan di bidang iptek, permasalahan sumber daya manusia, dan penegakan hukum dan kedisiplinan.
Sementara itu, era 90-an ditandai pula dengan semakin maraknya kesadaran berislam diberbagai kalangan masyarakat muslim di Indonesia. Disamping itu peran dan partisipasi ummat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga semakin meningkat. Kondisi yang demikian memberi peluang bagi IRM untuk dapat berkiprah lebih baik lagi.
Pada sisi lain, kemajuan tekhnologi komunikasi dan informasi semakin membawa manusia kearah globalisasi yang membwa banyak perubahan pada berbagai sisi kehidupan manusia. Tatanan sosial, budaya, politik, dan ekonomi banyak mengalami perombakan drastis. Salah satu perubahan mendasar yang akan banyak membwa pengaruh bagi bangsa indonesia adalah masalah liberalisasi ekonomi. Liberalisasi ekonomi sebagaimana diputuskan dalam konferensi APEC merupakan kebijakan yang tidak terelakan karena mulai tahun 2003 mendatang Indonesia harus memaski era AFTA (ASEAN Free Trade Area) yang dilanjutkan pada tahun 2020 dalam skema liberalisasi perdagangan yang lebih luas tidak hanya dalam aspek ekonomi saja, tetapi juga dalam kehidupan sosial, politik dan budaya.
Pengaruh liberalisasi ekonomi berdampak luas tidak hanya dalam aspek ekonomi saja, akan tetapi juga berdampak dalam kehidupan sosial politik dan budaya. Salah satu dampak yang sekarang sangat dirasakan adalah munculnya krisis moneter yang terjadi di Asia Tenggara dan sebagai Asia Timur. Munculnya krisis yang dimulai dengan timbulnya depresi mata uang, disebabkan oleh ketidaksiapan perangkat supra struktur dan infrasturtur baik ekonomi maupun poitik dalam mengantisipasi dampak globalisasi perdagangan. Fenomena ini kemudian memunculkan tuntutan reformasi dibidang ekonomi dan politik sebagai prasyarat untuk mengantisipasi dan menyelesaikan persoalan krisis. Di Indonesia sebagai salah satu negara yang terkena krisis dan menderita paling parah muncul tuntunan reformasi. Fenomena reformasi yang dituntut masyarakat Indonesia adalah reformasi yang mendasar diseluruh bidang baik dibidang ekonomi, budaya, politik bahkan sampai reformasi moral. Tuntunan reformasi ini jelas mendesak IRM untuk melakukan peran dan fungsinya sebagai organisasi keagamaan dan dakwa Islam dikalangan remaja menjadi lebih aktif dan responsif terhadap perkembangan perjalanan bangsa menuju masyrakat dan pemerintahan yang bersih dan modern.
Dalam kondisi yang demikianlah IRM memasuki fase perkembangan, yaitu perkembangan pasca perubahan nama IPM menjadi IRM hingga terselenggaranya pelaksanaan pola kebijakan jangka panjang IRM pada muktamar XII. Diharapkan nantinya IRM telah mencapai kondisi yang telah relatif mantap baik secara mekanisme kepemimpinan maupun mekanisme keorganisasian sehingga mampu secara optimal menjadi wahana penumbuhan dan pengembangan potensi sumber daya remaja. Pengelolaan sumber daya yang dimiliki Ikatan Remaja Muhammadiyyah harus didukung dengan adanya peningktan kualitas pinpinan, mekanisme kerja yang kondusif yang seiring dengan kemajuan zaman, serta pemantapan dan pengembangan gerak Ikatan Remaja Muhammadiyah yang berpandangan ke depan namun tetap dijiwai oleh akhlak mulia. IRM dituntut untuk dapat menyipakan dasar yang kokoh baik secara institusional maupun personal sehingga tercipta komunitas yang kondusif bagi para remaja untuk siap menghadapi zaman yang akan datang.

Sumber : Buku Materi Muktamar IRM
Selengkapnya...

SEJARAH BERDIRINYA SMP MUHAMMADIYAH 1 KUDUS

Usaha mendirikan SMP Muhammadiyah di Kudus telah dimulai pada zaman pendudukan Belanda. Tahun 1939 didirikan MULO Muhammadiyah di Kudus. Sekolah Muhammadiyah ditutup pada waktu Jepang masuk ke Indonesia pada tahun 1941.
Pada tahun 1946 atas prakarsa Pengurus Masyumi didirikanlah Sekolah Menengah Islam di Kudus, namun sekolah inipun harus ditutup karena situasi keamanan yang tidak menentu pada masa tersebut. Kemudian pada pertengahan tahun 1946 atas dasar instruksi Pengurus Besar Muhammadiyah yang antara lain berisikan agar di daerah Muhammadiyah, maka dalam Musyawarah Daerah seKaresidenan Pati yang dipimpin Bapak Muslam, diputuskanlah untuk mendirikan SMP Muhammadiyah di Kudus. Pelaksanaan keputusan ini kepada Bapak R. Soelicha yang sekaligus bertindak selaku Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Kudus yang pertama.
Masalah yang timbul adalah corak agama seperti madrasah Tsanawiyah dan sekaligus sebagaimana SMP biasa yang lebih didominasi oleh pelajaran umum. Atas dasar beberapa alasan, antara lain disetiap cabang sudah banyak memiliki Sekolah Rakyat (SR), maka diputuskanlah bahwa SMP Muhammadiyah di Kudus adalah SMP biasa dengan pelajaran agama ditambah porsinya.
Pada permulaan berdirinya banyak sekali muncul hambatan-hambatan, antara lain :
a. Sumber murid relatife kecil
Sumber murid merupakan masalah yang cukup serius Karena pada waktu itu (tahun 1946) di Kudus baru terdapat satu sekolah Rakyat Muhammadiyah.
b. Belum memiliki gedung sendiri
Karena belum memiliki gedung sendiri maka tempat belajar terpaksa berpindah-pindah, antara lain :
· Tahun 1946 awal, menempati gedung di Majapahit (gedung SPA Kudus)
· Tahun 1947 pertengahan pindah ke Jl. Jendral Sudirman
· Akhir tahun 1947 pertengahan pindah ke Jl. Jendral Sudirman
· Akhir tahun 1947 pindah ke selatan jalan, tetap di Jl. Jendral Sudirman (sekarang muka SD Cahaya Nur)
· Tahun 1948 pindah BAPERA di Jl. Jendral Sudirman (sekarang KODIM kudus). Kepindahan ke BAPERDA ini atas bantuan almarhum Mayor Basuno.
· Pada Akhir tahun 1948 pindah ke selatan jalan, di Gedung Karetan tetap di Jl. Jendral Sudirman (sekarang Toko Kurnia Kudus)
· Baru pada tahun 1955 pindah ke Jl. KHR. Ansnawi No. 7 sampai sekarang.
c. Sulit diperoleh guru-guru berakta dan berkemampuan mengajar.
Akibat kekurangan guru ini, terpaksa pengurus meminjam guru-guru dari instansi-instansi resmi, antara lain :
· Bapak Suroso, Kepala Jawatan Pertanian Kudus
· Bapak Usmadi, pegawai Jawatan Pertanian Karesidenan Pati
· Bapak Hartodipo, Jaksa Kudus
· Bapak Sutanto, Pegawai pajak
· Bapak Abdul Rahman, Pegawai pajak
· Ibu Ny. Abdul Rahman, guru Bahasa Inggris, seorang ibu rumah tangga lulusan sebuah sekolah di Singapura.
d. Kesulitan bidang keuangan
Karena situasi di bidang keuangan ini, maka guru-guru lebih sering tidak menerima gaji/honorarium dari pada menerimanya. Untuk biaya operasional sering ditempuh usaha penggalian dana dengan cara ;
· Mengadakan pertandingan sepak bola di lapangan Canon Kudus (sekarang pasar Bitingan Kudus)
· Mengadakan Facy Fair (semacam pada derma)
e. Kesulitan lain berupa pengakuan masyarakat dan sesama SMP di Kudus. Pengakuan ini baru muncul setelah pada Ujian Negara yang pertama kali diikuti tahun 1950, SMP Muhammadiyah Kudus berhasil mencapai hasil terbaik untuk seluruh SMP Negari/Swasta se Karesidenan Pati. Pada waktu itu yang lulus adalah 80%.
Tamatan-taman Pertama antara lain :
· Sdr. Drs. Sidiq
· Sdr. Maskub
· Sdr. Farich Bier
· Sdr. Dr. Islam Nawawi
· Sdr. Karmain

Status sekolah swasta penuh berjalan sampai tahun 1957. sejak tahun 1957 status SMP Muhammadiyah 1 Kudus meningkat menjadi sekolah swasta berbantuan.
Pada tahun 1967 berdasarkan Surat Keputusan Menteri P dan K tanggal 21-11-1967 No. 293/Mat/Keu/E, status SMP Muhammadiyah 1 Kudus menjadi sekolah swasta bersubsidi mulai tanggal 1 Desember 1967. dalam perkembangannya kemudian, mulai akreditasi oleh Depdikbud Jawa Tengah tahun 1985, SMP Muhammadiyah 1 Kudus mencapai tataran tertinggi untuk sekolah swasta yaitu menjadi sekolah swasta berstatus DISAMAKAN dengan negeri, berdasarkan SK. Kawil Depdikbud Jawa Tengah tanggal 14 Oktober 1985 No. 679/I/03.8.4/U.85, terhitung mulai 14 Oktober 1985.
Kemudian pada tahun 2005 status SMP Muhammadiyah 1 Kudus mengalami perkembangan lagi berdasarkan Keputusan Sidang Badan Akreditasi Sekolah Kabupaten Kudus pada tanggal 8 Desember 2005 SMP Muhammadiyah 1 Kudus berhasil meraih predikat “A” (AMAT BAIK) dengan nilai akhir 85,78 dengan Surat Keputusan Badan Akreditasi Sekolah Kabupaten Kudus No. 10.03.19/D.Dp/2005 yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2006 sampai dengan 31 Desember 2009.
Pada awal didirikan tahun 1946 SMP Muhammadiyah 1 Kudus belum memiliki gedung sendiri dan menempati gedung di Majapahit sampai tahun 1947 pindah ke Jl. Sudirman. Pada tahun 1957 SMP Muhammadiyah 1 Kudus memiliki gedung sendiri yang terletak di Jl. KHR. Asnawi No. 7 Kudus sampai sekarang. Pembangunan dan penambahan lokal kelas dilakukan pada tahun 1964, 1976 dan pada tahun 2000 mengikuti perkembangan jumlah siswa.
Sampai dengan sekarang SMP Muhammadiyah 1 Kudus telah memiliki 15 lokal kelas, 2 ruang guru dan kantor, Masjid, perpustakaan, laboratorium IPA, laboratorium Bahasa., laboratorium Komputer, ruang ketrampilan, ruang OSIS dan IRM, ruang koperasi siswa, ruang BK. Pembangunan dan penambahan sarana prasarana sekolah terus dilakukan mengikuti perkembangan zaman dan diharapkan beberapa tahun kedepan dapat mencapai standar sekolah nasional.
Waktu didirikan tahun 1946 modal siswa pertama kali 1/3 60 siswa bekas siswa SMI untuk 3 kelas yaitu kelas I, Kelas II dan Kelas III. Jumlah murid sebanyak 3 kelas ini berlangsung sampai pindah ke gedung sendiri di Jl. KHR. Asnawi Kudus, pada bulan Juni 1955 sejak tahun 1958 perkembangan yang menggembirakan terutama dengan tumbuhnya ranting-ranting Muhammadiyah dan Pandu Hizbul Wathan. Dan pada tahun pelajaran 2006/2007 ini SMP Muhammdiyah 1 Kudus memiliki 15 lokal kelas dan 613 siswa Selengkapnya...

PERANGKAT KERAS dan LUNAK AKSES INTERNET

Agar kita bisa mengakses intenet, kita memerlukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Tanpa hardware dan software, kita tidak mungkin dapat mengkases internet. Berikut ini merupakan perangkat keras minimal yang dapat disarankan untuk mengakses internet beserta perangkat lunak pendukungnya.
1. Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat keras minimal yang digunakan untuk mengakses internet adalah sebagai berikut :
a. Processor pentium, bila sebuah komputer diibaratkan sebagai tubuh manusia, processor adalah otaknya. Fungsi processor adalah mengolah semua informasi yang dimasukkan pengguna komputer serta memberikan hasil sesuai dengan kehendak sang pemakai.
b. Memory I G MB, berfungsi untuk menyimpan data-data seperti pesan, file, gambar, suara, program aplikasi dan sebagainya.
c. Monitor VGA (Video Graphic Array), berfungsi untuk menampilkan data-data file, program komputer, dan sebagainya dalam bentuk visual sehingga kita bisa melihat file-file dan program tersebut
d. Modem 28.800 bps, modem adalah singaktan dari modulator-demodulator yaitu alat yang digunakan untuk menghantar dan menerima data dari sebuah PC (Personal Computer) ke sebuah PC (Personal Computer) yang lain melalui jaringan telepon. Jadi modem adalah alat untuk menukar data dari bentuk digital ke analog dan sebaliknya. Modem terdiri dari dua jenis, yaitu modem internal dan modem external. Modem internal terletak di dalam CPU sedangkan modem external terdapat diluar perangkat komputer.
e. Telepon, modem memerlukan telepon untuk melakukan tugasnya. Proses pada saat modem terhubung dengan internet service provider (ISP), karena modem dan telepon berkaitan erat, kecepatan modem juga sangat berpengaruh terhadap rekening telepon yang harus kita bayar setiap bulan. Sehingga, modem yang cepat akan lebih menghemat uang dari pada modem yang lambat.
2. Perangkat Lunak (Software)
Software diperlukan untuk berhubungan dengan internet. Tanpa software yang sesuai, kita tidak bisa mengakses internet. Software-software tesebut terdapat dalam system operasi (OS) seperti Windows 95 / 98 / NT / 2000 / XP, Windows Me, dan Linux. Contoh software yang diperlukan antara lain sebagai berikut :
a. Microsoft Internet Explorer dan Netscape Communicator adalah browser untuk mengakses web yang paling baik dan terpopuler saat ini. Kedua browser ini juga sekaligus sebagai FTP, mail dan newsgroup.
b. Cute FTP, Go!Zilla, dan WSFTP adalah software khusus untuk FTP
c. Untuk e-mail, kita bisa menggunakan Internet Mail / Outlook Express yang merupakan bagian dari Microsoft Internet Explorer atau Netscape Mail yang merupakan bagian dari Netscape Communicator.
d. mIRC atau ICQ adalah program untuk chating yang paling popular saat ini. Dengan program ini kita bisa berbincang-bincang dengan orang lain melalui keyboard Selengkapnya...

PERANGKAT-PERANGKAT YANG DIGUNAKAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

A. Hardware (Perangkat Keras)
Bagian komputer yang berupa yang terlihat secara fisik atau perangkat komputer yang bisa dipegang
Hardware sebuah komputer dibagi menjadi lima
1. CPU (Central Processing Unit) yang merupakan otak sebuah komputer
2. Memory untuk menyimpan data dan peritnah dalam komputer.
3. Media Penyimpan data (Storage Device) merupakan media penyimpan data secara tetap.
Contoh : Floppy disk dan hardware.
4. Output (Output Device) merupakan segala perangkat yang dapat mengeluarkan atau menerima data dari komputer.
Contoh : media penyimpanan data, monitor printer
5. Input (Input Device) perangkat yang memasukkan atau memberikan data kekomputer

B. Software (Perangkat Lunak)
Serangkaian perintah atau intruksi yang membentuk suatu program yang berfungsi menjalankan perangkat keras.
Software dibedakan menjadi berikut :
1. Sistem Operasi
Sistem operasi berfungsi untuk mengawali pengoperasian komputer atau memberi system didalam komputer sehingga komputer siap untuk menjalankan perintah-perintah dari pemakai (user)
Contoh sistem operasi : PC DOS, MS-DOS, Windows, Linux, Unix
2. Progaram Bantu (Utility)
Program Bantu digunakan untuk membantu mengatasi gangguan jalannya komputer yang terjadi pada software
Contoh utility : Dirrect-X, Norton Utility, SCAN anti virus, PC Cilin
3. Paket Program
Paket program merupakan program khusus yang dipergunakan untuk mengerjakan tugas-tugas yang diperlukan.
Contoh program : Word processor, spread sheet, data base
4. Program Aplikasi (Aplication)
Application dipergunakan untuk membuat animasi, gambar, kartu-kartu undangan maupun ucapan.
Contoh : Banner, Print shop, Print master, Instant Artis
5. Bahasa Pemograman
Bahasa pemograman dibagi menjadi dua
a. Low Level Language
b. High Level Language (Bahasa Tingkat Tinggi)

C. Brainware/Manware
Brainware/manware adalah orang yang berkecimpung dibidang komputer baik sebagai programmer, teknisi maupun operator.
Operator adalah orang yang bertugas mengoperasikan komputer yang telah dibuat oleh programmer
Programmer adalah orang yang membuat program tertentu yang akan diaplikasikan dengan program komputer.
Teknisi adalah orang yang bertugas atau mempunyai wewengan untuk melakukan perawatan dan perbaikan terhadap sistem komputer yang mengalami kerusakan.

Mengenal Sistem Informasi, Informasi dan Data
1. Sistem Informasi adalah segala cara penyimpan data
2. Data adalah istilah yang diperlukan untuk menunjukkan angka, huruf, atau tulisan.
3. Informasi adalah data yang sudah diproses atau diolah. Selengkapnya...

PENGGUNAAN ATAU PEMAKAIAN E-mail

1. Membuat Alamat Email
Setiap orang dapat memiliki alamat e-mail secara pribadi. Alamat e-mail ini dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu sebagai berikut
a. Melalui penyedia jasa internet atau Internet Service Provider (ISP), alamat e-mail dapat diperoleh setelah kita terdaftar pada salah satu ISP tersebut.
b. Melalui situs-situs atau web bebas yang menyediakan fasilitas e-mail di internet, seperti yahoo, hotmail, catcha, Iycos, eudoramail, bolehmail, dan sebagainya. biasanya web-web tersebut memberikan fasilitas e-mail secara gratis
Untuk membuat alamat e-mail ini kita kan menggunakan fasilitas yang terdapat di yahoo sebgai salah satu situs atau web yang umu digunakan para pengguna internet. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Bukalah browser Internet Explorer, kemduian ketiklah URL yahoo : http://www.yahoo.com pada kotak address bar hingga jendela yahoo klik go atau enter
2. Klik icon Mail hingga muncul tampikan yahoo mail
3. Pada yahoo mail tersebut terdapat dua pilihan untuk masuk ke halaman e-mail yahoo, yaitu Sign In dan Sign Up Now. Tombol Sing In untuk mereka yang sudah memiliki alamat e-mail yahoo atau terdaftar di yahoo mail, sedangkan tombol Sign Up Now untuk mereka yang sama sekali belum terdaftar di yahoo mail dan ingin mendaftar. Bagi yang sudah terdaftar, mereka tinggal mengetik Yahoo ID dan Passwordnya, kemudian mengklik tombol Sing In untuk masuk atau membuka e-mail mereka. Jadi, ID dan Password ini harus selalu diingat. Jika kamu belum terdaftar dan ingin mendaftar, klik tombol Sing Up Now hingga tampil pilihan model keanggotaaan
4. Model keanggotaan di yahoo mail ada tiga jenis, yaitu free yahoo mail; yahoo mail plus; dan yahoo personal address. Untuk yahoo mail plus dan personal address kita diharuskan membayar iuran keanggotaan setiap tahunnya, sedangkan free yahoo mail disediakan gratis untuk kita. Pilihlah salah satunya, misalnya free yahoo mail dengan mengkkil tombol Sign Up for Yahoo! Mail
5. jika proses pengisian formulir di atas selesai, kliklah tombol I Agree. Apabila proses pengisian formulirmu benar dan berhasil maka akan muncul tampilan yang menyatakan bahwa kamu berhasil melengkapi pendaftaran di yahoo mail. Dalam tampilan itu akan tertera Yahoo ID, alamat yahoo mail, dan alamat e-mail alternatif kamu. Untuk alamat e-mail alternatif ini, kamu bisa meminjam alamat email yang sudah ada. Misalnya, alamat e-mail kakakmu atau orang yang kamu kenal dekat. Tapi ingat, alamat e-mail alternatif itu adalah e-mail selain di yahoo.
6. Namun, jika kau gagal melengkapi formulir pendaftaran tadi, maka yahoo mail akan menampilkan pesan
7. Klik tombol Continue to Yahoo! Mail jika kamu telah berhasil melengkapi formulir pendaftaran di yahoo mail. Dengan demikian kamu telah resmi terdaftar di yahoo. Yahoo akan menyediakan kotak surat untukmu. Melalui fasilitas ini, kamu dapat menerima dan mengirim surat, berdiskusi, mengirim gambar, maupun menerima surat, gambar, dan sebagainya dari teman-temanmu di seluruh dunia. Perlu kamu ketahui juga bahwa pada prinsipnya, pembuatan e-mail untuk masing-masing web hamper sama. Kamu juga bisa mencoba membuat e-mail di Hotmail, Catcha, Lycos, dan sebagainya.

2. Cara Mengoperasikan E-mail
Pada umumnya dalam pengoperasian e-mail ada dua hal yang selalu kita lakukan, yaitu :
a. membuat e-mail dan mengirimkannya ; serta
b. membaca e-mail dan membalasnya (reply) maupun meneruskannya (forward)

Membuat dan mengirimlan E-mail
Untuk membuat dan mengirimkan suatu e-mail dapat kita lakukan melalui kotak surata dari alamat e-mail yang sudah kita miliki. Untuk itu kita harus membuka kotak surat tersebut melalui langkah berikut
1) Bukalah browser Internet explorer, kemudian ketiklah URL yahoo : http://www.yahoo.com atau http://mail.yahoo.com pada kotak address bar hingga tampil jendela yahoo mail. Masukkan Yahoo ID dan Password lalu klik tombol Sign In.
2) Jika Yahoo Id dan Password yang kita isi benar maka kotak surat yahoo mail
3) Kilklah tombol Check Mail untuk memeriksa inbox yang berisi surat-surat yang kita terima, atau kita ingin membuat e-mail dan mengirimkannya ke taman, kita dapat mengklik tombol Compose hingga tampil jendela pembuatan dan pengiriman e-mail.
4) Ketiklah alamat e-mail yang kita tuju pada kotak isian To, kemudian isilah kotak Cc dan Bcc jika ingin mengirimkan surat ke alamat e-mail lain. Namun untuk kotak isian Cc dan Bcc tidak perlu kita isi jika hanya satu tujuan alamat saja yang ingin kita tuju. Lalu, isilah kotak Subject untuk memberi judul topic surat kita. Selesai itu semua, kita dapat juga menyisipkan file, gambar, dan sebagainya dengan cara mengklik tombol Attach Files
5) Ketiklah isi surat atau pesan pada kotak yang tersedia. Bila telah selesai kliklah tombol Send untuk mengirimkan pesan tersebut.

Membaca dan Membalas (Reply) E-mail
Untuk membaca dan menjawab hingga meneruskan (forward) e-mail ke berbagai teman-teman kita, prosedurnya juga hampir sama seperti membuat dan mengirimkan e-mail. Membaca, menjawab, dan meneruskan e-mail tersebut dapat dilakukan melalui kotak surat dari alamat e-mail kita. Prosedurnya adalah sebagai berikut :
1. Bukalah browser Internet Explorer, kemudian ketiklah URL yahoo: http://www.yahoo.com pada kotak address bar hingga tampil jendela yahoo mail. Masukkan Yahoo ID dan Password lalu klik tombol Sign In
2. Jika Yahoo ID dan Password yang kita ketik benar maka halaman kotak surat akan membuka. Di situ kita bisa mengecek apakah kita menerima surat atau tidak. Jika menerima surat maka ada pesan “You have 1 unread message: Inbox (1)”
3. Untuk membaca e-mail tersebut, kita dapat langsung mengklik Inbox(1) atau mengklik tombol Check Mail hingga tampilan jendela inbox terbuka
4. Untuk membaca e-mail yang kita terima tersebut, kita dapat langsung mengklik judul dari Subject berita yaotu Re : Apa kabar?, hingga halaman isi surat terbuka.
5. Bacalah isi e-mail tersebut dengan saksama dan balas atau jawablah bila perlu. Untuk membalas atau e-mail yang kita terima, kliklah tombol Reply hingga halaman pengiriman surat terbuka. Jika ingin meneruskan isi e-mail yang kita terima itu keteman yang lain kliklah tombol Forward, dan halaman pengiriman surat pun terbuka, kita tingal mengetik alamat e-mai yang ingin kita teruskan (forward) tadi.
6. Prosedur membalas e-mail yang kita terima sama dengan ketika kita mengirimkan surat atau e-mail. Namun kita tidak perlu mengetik alamat e-mail yang dituju karena secara otomatis sudah tertera disitu. Hal ini berlaku jika kita mengklik tombol Reply tadi. Namun jika kita membalasnya melalui tombol Compose yang terdapat di halaman inbox, ketiklah kembali alamat e-mail yang dituju pada kotak isian To, kemudian isilah kita Cc dan Bcc jika kita sudah meneruskan (forward) atau mengirimkan surat itu ke alamat e-mail lain. Namun untuk kotak isian Cc dan Bcc tidak perlu kita isi jika hanya satu tujuan alamat saja. Lalu, isilah kotak Subject untuk memberi judul topik surta kita. Selesai itu semua kita dapat juga menyisipkan file, gambar, dan sebagainya dengan cara mengkkil tombol Attach Files.
7. Ketiklah isi surat atau pesan balasan pada kotak yang tersedia. Bila telah selesai kliklah tombol Send untuk mengirimkan pesan tersebut.

Menjawab E-mail Melalui Forward
Menjawab e-mail melalui Forward ini merupakan sarana untuk membalas e-mail ke orang lain tanpa mengubah isi dari pesan. Meskipun demikian kita bisa menambahkan kata-kata sebagai perantara. Membalas e-mail melalui Forward terdiri dari dua macam, yaitu sebagai pesan e-mail biasa (as Inline Text) dan sebagai lampiran/melalui penyisipan (As Attachment).
Sebagai pesan e-mail bisa (As Inline Text), membalasnya seperti pada waktu e-mail dengan perintah Reply, sedangkan sebagai lampiran (As Attachment), isi dari e-mail yang akan dikirim (diforward) diperlukan seakan-akan e-mail tersebut berupa file lampiran (melalui penyisipan)
Prosedur membalas e-mail sebagai pesan atau file biasa (As Inline Text) adalah sebagai berikut :
1) Klik pesan e-mail yang akan dibalas
2) Klik tanda panah di tombol Forward, pilih As Inline Text, hingga muncul jendela Forward. Di sinilah kita juga bisa menambahkan teks yang diinginkan.
3) Selanjutnya prosedurnya sama seperti kita menjawab e-mail melalui tombol atau perintah Reply
Jika sebagai lampiran (As Attachment) prosedurnya adalah sebagai berikut :
1) Klik pesan e-mail yang akan dibalas
2) Klik tanda panah di tombol Forward, dan pilih As Attachment, hingga muncul jendela Forward As Attachment. Bila diperhatikan tampilannya mirip seperti pembuatan e-mail baru. Namun baris Attach langsung terisi secara otomatis berupa file pesan e-mail terpilih tadi.
3) Selanjutnya prosedurnya sama seperti kita menjawab e-mail melalui tombol atau perintah Reply

Mengirimkan File Melalui Fasilitas Attachment di E-mail
Selain mengirimkan dan membalas surat kita juga dapat mengirimkan file-file lain seperti gambar, table, dari pengolah angka, program, dan sebagainya melalui fasilitas Attachment di e-mail. Prosedurnya adalah sebagai berikut :
1) Bukalah browser Internet Explorer, kemudian ketiklah URL yahoo: http://www.yahoo.com pada kotak address bar hingga tampil jendela yahoo mail. Masukkan Yahoo ID dan Password lalu klik tombol Sign In
2) Ikutilah prosedur dalam membalas dan mengirimkan e-mail. Selain itu semua, kita dapat menyisipkan file, gambar dan sebagainya dengan cara mengklik tombol Attach Files, hingga tampil halaman Atttach Files.
3) Kliklah tombol “Browsw” untuk memilih file yang akan kita sisip untuk dikirim. Untuk web Yahoo, kita dapat mengattach file sampai 10.0MB. kemudian klik kembali tombol Attach Files.
4) Jika proses Attach Files berhasil maka akan ada pemberitahuan dari Yahoo mail bahwa file sudah berhasil diattach
5) Kemudian kliklah tombol Continue to Message untuk kembali ke halaman pengiriman surat atau e-mail (Windows Compose). Jika file yang kita attach berhasil maka nama file tersebut akan muncul di atas tombol Attach Files. File yang sudah diattach ini juga bisa diganti atau dihilangkan dengan cara mengklik kata Remove disebelah kanan nama file tersebut.
6) Bila prosedur diatas telah selesai, kliklah tombol Send untuk mengirimkan pesan dan file tersebut. Selengkapnya...